Ide adalah salah satu item terpenting dalam filosofi Descartes. Dalam sepucuk surat kepada Guillaume Gibieuf (1583–1650), tertanggal 19 Januari 1642, Descartes mengatakan, “Saya yakin bahwa saya tidak dapat memiliki pengetahuan tentang apa yang ada di luar saya kecuali melalui gagasan yang saya miliki di dalam diri saya."
Meski tidak pernah menerbitkan karya apa pun yang secara khusus menyusun teori gagasan, dalam Meditasi, Descartes menuangkan ide sebagai mode yang mewakili atau menunjukkan objek ke pikiran.
Descartes mempertimbangkan ide dan membaginya menjadi tiga kelompok gagasan, yaitu gagasan bawaan, gagasan petualangan, dan gagasan buatan.
Memahami apa itu ide dan alasan mengapa kita harus menghargai ide.tirto.id - Ide adalah salah satu item terpenting dalam filosofi Descartes. Dalam sepucuk surat kepada Guillaume Gibieuf (1583–1650), tertanggal 19 Januari 1642, Descartes mengatakan, “Saya yakin bahwa saya tidak dapat memiliki pengetahuan tentang apa yang ada di luar saya kecuali melalui gagasan yang saya miliki di dalam diri saya."
Meski tidak pernah menerbitkan karya apa pun yang secara khusus menyusun teori gagasan, dalam Meditasi, Descartes menuangkan ide sebagai mode yang mewakili atau menunjukkan objek ke pikiran.
Advertising
Advertising
Descartes mempertimbangkan ide dan membaginya menjadi tiga kelompok gagasan, yaitu gagasan bawaan, gagasan petualangan, dan gagasan buatan.
Menurut Kamus Tesaurus Bahasa Indonesia, ide adalah gagasan; buah pikiran, falsafah, konsep, pemikiran, dan pikiran.
Ide juga diartikan sebagai pendapat, prasangka, anggapan, fatwa, ide, ijtihad, kesimpulan, nasihat, pandangan, pendirian, pertimbangan, pikiran, tafsiran, tanggapan, teori, visi.
Lebih lanjut, ide diartikan sebagai adicita, ajaran, filsafat, gagasan, haluan, ideologi, paham pandangan, pemikiran, pendapat, perenungan, pikiran, refleksi, timbangan, wawasan.
Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ide adalah buah pikiran yang berharga dan dapat berisi nasihat, pandangan, dan pikiran hasil refleksi dan wawasan.
Mungkin, ide dapat diartikan sama pentingnya dengan eksekusi rencana. Tanpa ide berdasarkan hasil analisis yang mendalam, wawasan, dan tentunya data, eksekusi tidak dapat berjalan mulus dan menghasilkan keluaran yang diinginkan.
Namun, benarkah begitu? Jika iya, mengapa kita dapat "bertepuk tangan" untuk orang yang mengeksekusi, namun kurang menghargai orang yang telah memberikan ide?